Selasa, 08 Juli 2014

Ta'lim 1 Wawasan Islam: Persfektif Islam, Sebuah Pengantar dan Ulasan dari Uraian Syed Muhammad Naquib Al Attas

Cara Pandang Islam terhadap Dunia 

Dunia islam dalam abad modern ini dalam keadaan penuh tantangan dan pergolakan. Berbagai problematika menghadang umat. Di antara tantangan terbesar adalah modernisme yang beriringan dengannya westernisasi serta sekulerisasi dalam derap globalisasi. Peta politik dunia islam pun senantiasa berubah dengan cepat yang menunjukkan dinamika dan instabilitas yang besar. Regim-regim berganti dan proses pergantian itu terlalu sering diwarnai oleh pergolakan dan pertikaian berdarah yang menunjukkan ada energi yang terus bergejolak dan susah payah mengekspresikan dirinya di pentas pergerakan sejarah dunia.

Kita menyaksikan  ekskalasi berbagai kekuatan di timur tengah sebagai lokus utama peradaban islam, mulai dipicu oleh aksi bakar diri  Muhammad Al-Bu'azizi dalam menentang rezim Tunisia, tiba api kecil tersebut bergolak hingga dewasa ini, api perubahan mulai mengganyang rezim-rezim yang selama ini tampak stabil, mulai dari Tunisia, menjalar hingga ke Mesir, Libya, Yaman, Bahrain, Syria.

Pergolakan timur tengah ini, yang kita kenal sebagai "Arab Spring" jelas menunjukkan ada kekuatan-kekuatan yang terus bergesekan bahkan berbenturan secara frontal dalam drama kemanusiaan dunia Islam. Perbenturan demi perbenturan ini juga tidak menunjukkan resolusi dan fase ketenangan  hingga hari ini, hal ini menunjukkan akar perbenturan ini jauh dari sekedar perbenturan yang bersifat sektarian, politik maupun ekonomi yang bersifat regional dan terlokalisasi baik secara geografis maupun problematis. Situasi ini juga mengingatkan kita akan sebuah analisis dari seorang Futurolog S. Huntington yang dikenal sebagai benturan peradaban. Dalam karya kontroversialnya yang selalu diperdebatkan hingga hari ini, The Clash of Civilization and The Remaking of World Order, Huntington memprediksi bahwa akan terjadi benturan antara peradaban barat dan islam. Tragedi 11 September jelas membuat Tesis ini semakin berwibawa dan meyakinkan. Momentum pergolakan demi pergolakan tanpa henti di timur tengah juga membuat kita semakin rajin menelisik tesis Huntington.

Pendekatan dalam tulisan ini adalah berangkat dari keyakinan akan kebenaran tesis benturan peradaban islam dan barat tersebut, sehingga penulis dalam blog ini merasa terpanggil untuk memaparkan sebuah tulisan yang berisi "penekanan" penting akan perlunya kaum muslimin  merumuskan pandangan dunia yang otentik dan kokoh dalam menghadapi perbenturan besar peradaban. Perbenturan peradaban ini bagaikan sebuah pertarungan antara berbagai pandangan dunia khusunya barat sekuler dengan pandangan dunia Islam, dan kaum muslimin semakin dituntut untuk kembali menegaskan pandangan dunia yang jelas agar tidak tergilas oleh gelombang besar implikasi benturan tersebut sehingga krisis demi krisis yang melanda umat ini dapat berakhir.

Dalam bukunya, Prolegomena to The Metaphysics of Islam, Syed Muhammad Naquib Al Attas menulis di bagian pengantarnya "From the perspective of Islam, a "worldview" is not merely the mind's view of the physical world and of man's historical, social, political, and cultural involvement in it as refelcted, for example, in the current Arabic expression of the idea formulated in the phrase nazrat al-islaam li al-kawn. It is incorrect to refer to worldview of Islam as a nazrat al-islaam li al-kawn نظرية الاسلام للكون. This is because, unlike what is conveyed by nazrat, the world view of Islam is not based upon philosophical speculation formulated mainly from observation of the data of sensible experience, of what is visible to the eye; nor is it restricted to kawn, which is the world of sensible experience, the world of created things. If such expressions are now in use in Arabic in contemporary Muslim thought, it only demonstrates that we already being unduly influenced by the modern, secular Western scientific conception of the world that is restricted to the world of sense and sensible experience". Di sini syed Muhammad Naquib Al Attas memberikan sebuah sudut pandang pembuka yang strategis dengan langsung menusuk kepada akar persoalan, bahwa pandangan dunia kaum muslimin di zaman ini sudah begitu terkontaminasi, bahkan umat sudah sedemikian terkontaminasinya oleh pandangan barat sekuler yang sangat mengagungkan konsepsi saintifik sekuler yang berpijak pada pilosofi bahwa dunia ini hakikatnya hanyalah apa yang dicerap oleh indera belaka. Yaitu pilosofi materialisme. Ini tercermin dari penggunaan kebahasaan yang salah dari apa yang disebut "pandangan dunia" tersebut dalam kosa kata kaum muslimin  نظرية الاسلام للكون.. Kesalahan pemakaian istilah kunci ini bagaikan fenomena gunung es yang menjelaskan kesalahan umat di dalam memahami ide-ide kunci dalam islam secara luas yang menjelaskan semakin tercerabutnya umat akibat berbenturan dengan dunia barat sekuler. 

Syed Muhammad Naquib al-Attas lebih lanjut menegaskan bahwa pandangan dunia yang salah dan terkontaminasi ini menunjukkan akar sekaligus muara persoalan kaum Muslimin jauh dari sekedar persoalan politik, ekeonomi atau sosial. Tetapi akar persoalaannya adalah "kerusakan ilmu pengetahuan dan rusaknya pandangan dunia dan hilangnya adab". 

Lebih lanjut syed Muhammad Naquib Al Attas menulis "Islam does not concede to the dichotomy of the sacred and the profane; the worldview of Islam encompasses both aldunya and al-akhirah, in which the dunya aspect must be related in a profound and in inseparable way to the akhirah-aspect without thereby implying any attitude of neglect or being unmindful of the dunya aspect. Reality is not what is often "defined" in modern Arabic dictionaries as waqi'iyyah, whose use, particularly in its grammatical form waqi'iy , is now in vogue. Reality is haqiqah, which significantly is now seldom use due to the preoccupation with waqi'iyyah which only points to factual occurences. A factual occurence is only one aspect in many of haqiqah, whose ambit  encompasses all of reality. Moreover, a factual occurrence may be an actualization of something false (i.e. batil); whereas reality is the actualization always of something true (i.e. haqq).   (Islam tidak mengakui adanya dikotomi antara yang suci dengan yang duniawi; sudut pandang Islam meliputi dunia dan akhirat, yang mana aspek duniawi harus terkait secara mendasar dan takterpisahkan dengan aspek akhirat tanpa berarti ada sikap pengabaian atau menganggap tidak penting terhadap aspek duniawi. Realitas itu sejatinya bukanlah sebagaimana sering didefinsikan dalam kamus Arab dengan istilah waqi'iyyah, yang mana penggunaan istilah ini dalam bentuk kebahasaan kontemporer begitu kabur. Realitas itu haqiqah, yang secara signifikan jarang digunakan jika dibanding kata waqi'iyyah di mana kata ini hanya menunjuk kepada kejadian faktual. Sedangkan kejadian faktual hanyalah satu aspek dari banyak aspek haqiqah, yang ruang lingkupnya mencakup semua realitas.). 

 What is meant by "worldview", according to the perspective of Islam, is then the vision of reality and truth that appears before our mind's eye revealing what existence is all about; for it is the world of existence in its totality that Islam is projecting. Thus by "worldview" we must mean ru'yat al-islam li al-wujud. (Apa yang dimaksud dengan "pandangan dunia", menurut pandangan Islam, selanjutnya adalah "visi dari kenyataan dan kebenaran yang tampak di hamparan pandangan pikiran kita yang menyingkapkan tentang eksistensi adanya, yakni eksistensi dalam totalitasnya yang diproyeksikan oleh Islam. Jadi yang dimaksud sebagai "pandangan dunia" ini adalah ru'yat al islam li al-wujud. )

 

Minggu, 06 Juli 2014

Ta'lim 3 Mentafakkuri Kebesaran Allah di alam syahadah: Higgs Bosson

Higgs boson atau Partikel Higgs  adalah partikel elementer (elementary particle) yang pada mulanya diteorikan eksistensinya di tahun 1964 (theorised in 1964,[2][6]) di mana penemuannya secara eksperimental di umumkan di  CERN pada tanggal 4 Juli 2012.[7] Penemuan ini disebut-sebut sebagai capaian "monumental"[8][9] karena memberikan konfirmasi akan eksistensi  Medan Higgs,[10][11] yang menjadi titik tolak bagi teori model standar (Standard Model) dan teori-teori lainnya dalam fisika partikel (particle physics). Penemuan ini akan menjelaskan mengapa partikel fundamental mempunyai massa  (why some fundamental particles have mass) ketika simetri (symmetries) yang memandu interaksinya mensyaratkan ketiadaan massa, dan mengapa gaya lemah (weak force) mempunyai jangkau lebih pendek ketimbang gaya elektromagnetik  (electromagnetic force). Penemuan Higgs boson seharusnya memungkinkan para fisikawan akhirnya dapat memvalidasi wilayah terakhir yang tak teruji dari pendekatan model standar terhadap partikel fundamental dan gaya fundamental, memandu teori lainnya dan penemuan lainnya dalam fisika partikel dan secara potensial mengarah kepada perkembangan di fisika baru ("new" physics).[12]
ATLAS

Pertanyaan tak terjawab ini (unanswered question) dalam fisika fundamental adalah sedemikian penting[10][11] yang menyebabkan pencarian akan eksistensinya selama lebih dari 40 tahun (search of more than 40 years) terhadap Higgs boson dan akhirnya berwujud pada pembangunan salah satu fasilitas eksperimental yang terkompleks dan termahal (expensive and complex experimental facilities ) hingga hari ini, yaitu Penumbuk Hadron Besar (Large Hadron Collider),[13] yang mampu menciptakan Higgs bosons dan partikel-partikel lainnya untuk diobservasi dan dipelajari. Pada tanggal 4 Juli 2012,  diumumkan bahwa partikel yang sebelumnya tidak dikenal yang massanya diprediksi antara  125 dan 127 GeV/c2 (134.2 and 136.3 satuan massa atom (amu)) telah terdeteksi; Para Fisikawan mencurigai ketika itu bahwa itu merupakan Higgs boson.[14][9][15] Pada bulan Maret  2013, partikel tersebut telah terbukti berprilaku, berinteraksi dan meluruh dalam banyak hal sebagaimana diprediksi oleh Standar Model, dan sementara juga mengkonfirmasikan paritas positif (parity) dan spinnya nol (spin),[1] yang merupakan dua atribut fundamental Higgs boson. Higgs Boson ini selanjutnya tampak sebagai partikel skalar elementer pertama (scalar particle) ditemukan di alam.[16] Lebih banyak data diperlukan untuk menentukan apakah partikel ditemukan secara eksak cocok dengan ramalan Standar Model, sebagaimana diramalkan oleh sejumlah teori bahwa Higgs Boson rangkap ada.
Peter Higgs

Higgs Boson di namai menurut nama  Peter Higgs, yang merupakan salah satu dari 6 orang fisikawan yang mengusulkan mekanisme (the mechanism) yang menyarankan keberadaan partikel demikian di tahun 1964. Meskipun nama Higgs telah dikaitkan dengan teori ini, sejumlah periset antara tahun 1960 dan 1972 secara saling bebas telah mengembangkan bagian-bagian teorinya. Di  berbagai media populer Higgs Boson sering juga disebut sebagai "Partikel tuhan (God particle)" yang mana nama tersebut tidak disukai oleh banyak fisikawan, termasuk Higgs yang menilainya sebagai sensasi yang berlebihan.Tentu saja kita selaku kaum muslimin lebih-lebih lagi tidak menyukai nama ini mengingat mengandung adab yang buruk kepada Allah SWT, bahkan bisa mengakibatkan kekufuran. Pada tahun 2013 dua orang periset Higgs Boson ini, yaitu Peter Higgs dan François Englert  dianugrahi hadiah nobel Fisika untuk karya dan prediksi mereka, sedangkan rekan Englert  Robert Brout telah meninggal di tahun 2011 dan hadia Nobel tidak dianugrahkan secara anumerta kecuali dalam kasus-kasus yang sangat langka.

Kamis, 03 Juli 2014

Ta'lim 1, Belajar Hukum Allah untuk alam jasad manusia: Piqih Thoharoh

Bersuci

Thoharoh merupakan kunci dari pada shalat. sebagaimana sabda rasulullah SAW dalam HR.Abu Daud
مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطَّهُوْرٌ 
 yang artinya:  Sesungguhnya Thoharoh (bersuci) itu kunci dari shalat  HR.Abu Daud
Maka dari itu jika thoharohnya tidak sah secara otomatis menurut tinjauan ilmu Piqh shalatnya juga tidak sah.

Definisi Thoharoh

Definisi dari pada Thoharoh dari segi kebahasaan adalah membersihkan dari kotoran hissy (kotoran yang dapat dijangkau panca indra) seperti menghilangkan kotoran dari badan dan pakaian, atau dari kotoran ma'nawiyyah (yang tidak terasakan oleh panca indra) seperti membersihkan hati dari berbagai penyakit hati. Sedangkan menurut arti syar'i, thoharoh itu adalah suatu pekerjaan yang bertujuan untuk mengangkat hadast (seperti wudlu' dan mandi) atau menghilangkan najis (seperti istinja' dan menghilangkan najis dari pakaian dan badan) atau yang semisal dengan mengangkat hadast (seperti tayammum) atau yang semakna dengan menghilangkan najis (seperti istinja' dengan batu/tissue dan lain sebagainya) atau yang semisal dengan mengangkat hadast (seperti mandi-mandi yang disunnahkan) dan yang seumpama menghilangkan najis (seperti basuhan kedua dan ketiga dari mencuci najis). Maka semua pekerjaan tersebut merupakan thoharoh.

Tujuan Dari Thoharoh

Tujuan dari thoharoh itu sendiri ada empat hal: Mandi, wudlu', tayammum dan menghilangkan najis.

Alat-Alat Thoharoh

Alat-alat yang digunakan untuk thoharoh itu ada empat macam, yaitu:
  1. Air, jika suci dan mensucikan
  2. Tanah, jika suci dan tidak najis, dapat mensucikan dan tidak musta'mal serta berupa tanah yang berdebu dan tidak bercampur dengan suatu apapun.
  3. Alat untuk menyamak kulit, jika termasuk sesuatu yang kesat atau menyengat yang dapat menghilangkan kelebihan kulit, baik sisa dari daging, gajih, maupun darahnya.
  4. Batu atau yang sejenis (misalkan tissue) untuk istinja', jika dapat menghilangkan najis dan termasuk benda padat, suci, dan bukan termasuk benda muhtarom (yakni bukan termasuk sesuatu yang dihormati dalam agama seperti benda-benda yang tertulis nama Allah atau Nabi, malaikat, ataupun tertulis-kan ilmu agama, dan juga bukan terdiri dari bahan makanan manusia atau jin).

Pembahasan Mengenai Air

  1. Definisi Air
    Air itu adalah suatu benda cair (fluida) yang sangat halus dan lembut, yang warnanya tergantung dengan warna tempatnya (benda bening), di mana Allah menjadikan air tersebut sebagai pelepas dari dahaga bagi yang meminumnya. 
  2. Macam-macam air dari segi tempat asalnya.
    Asal-usul air berasal dari beberapa tempat, tiga turun dari langit, yaitu air hujan, air salju dan air embun, dan empat keluar dari bumi yaitu air laut, air sungai, air sumur dan dari sumber air (mata air). Maka tujuh macam air tersebut dapat dipergunakan untuk thoharoh bagaimana pun keadaan sifat maupun warnanya.
  3. Macam-macam air dari segi Hukumnya. Menurut ilmu Piqh, semua air tidak mungkin terlepas dari salah satu dari tiga kategori di bawah ini:

a. Air Mutlak atau Air Tohur:

Yaitu air yang suci dan mensucikan. Yang termasuk kategori air mutlak ini adalah setiap air yang tidak ada sifatnya sama sekali, sekiranya ditanyakan pada seseorang, benda apakah yang ada digelas itu? misalnya, maka mereka akan menjawab "air". Atau ada sifatnya, tetapi tidak mengikat, misalnya air sumur, maka sifat sumur itu tidak mengikat. Maksudnya bukankah jika air tersebut kita pindahkan ke bak mandi menjadi air bak mandi, atau kita letakkan di gentong menjadi air gentong. Atau jika di alirkan ke sungai menjadi air sungai. Untuk air semacam ini dikatakan juga sebagai air mutlak. Lain halnya misalkan air kelapa, di manapun diletakkan air kelapa tersebut, orang tetap mengatakannya sebagai air kelapa. Maka hukum air tersebut suci dan boleh dikonsumsi, tetapi tidak dapat digunakan untuk Thoharoh karena air itu terikat dengan sifat yang melekat.

b. Air yang suci tetapi tidak dapat digunakan untuk thoharoh.

Air semacam ini terbagi menjadi dua macam:
  1. Air Musta'mal : Air musta'mal adalah air yang bekas digunakan untuk thoharoh yang wajib seperti mandi dan wudlu' wajib, akan tetapi air itu tidak dihukumi air musta'mal kecuali jika memenuhi syarat-syarat berikut: a). Air itu adalah air yang sedikit, yaitu air yang kurang dari dua qullah (216 liter). Jika air tersebut dua qullah atau lebih, maka tidak akan menjadi air musta'mal walaupun digunakan berulang-ulang untuk thoharoh b). Air itu digunakan untuk thoharoh wajib. Lain halnya jika air tersebut digunakan untuk thoharoh yang sunnah, seperti wudlu' tajdid (memperbaharui wudlu'), mandi sunnah, dan lain-lain. Maka jika air bekasnya ditampung lalu digunakan lagi untuk thoharoh tidak apa-apa, karena air itu tidak dihukumi air musta'mal. c). Air tersebut sudah terpisah dari anggota badan. Lain halnya jika airnya masih mengalir di anggota badan, maka belum dihukumi air musta'mal, hingga air itu terpisah dari badannya. d). Ketika menggunakan air tersebut tidak berniat ightirof. Lain halnya jika berniat ightirof, yaitu berniat mengambil air itu dari tempatnya untuk digunakan di luar tempat tersebut.  Maka air yang tersisa ditempat tersebut tidak menjadi musta'mal. Dan jika tidak berniat ightiraf, begitu kita memasukkan tangan untuk mengambil air ditempat itu setelah basuhan pertama tentunya langsung menjadi air musta'mal.
  2. Air Mutlak yang berubah sifatnya : Sedangkan macam kedua dari air yang dihukumi suci tetapi tidak dapat digunakan untuk bersuci (thoharoh) adalah air mutlak yang berubah salah satu sifatnya atau semuanya (bau, warna dan rasanya). Misalnya air itu berubah dikarenakan bercampur dengan sesuatu yang suci, seperti air teh, kopi, sirup, dan lain-lain. Maka hukumnya suci dapat dikonsumsi, tetapi tidak dapat digunakan untuk thoharoh. Sama hukumnya seperti air musta'mal asalkan air itu memenuhi syarat-syarat berikut ini: a). Berubahnya air itu dengan sesuatu yang suci, lain halnya jika berubahnya karena sesuatu yang najis, maka air itu dihukumi najis. b). Berubahnya dengan perubahan yang banyak sekiranya tidak lagi dinamakan air, seperti air teh, kopi, dan lain-lain. Lain halnya jika perubahannya sedikit, agak keruh, dan lain-lain akan tetapi nama air masih melekat pada air itu, maka tidak berubah hukum asalnya yaitu suci dan dapat digunakan untuk bersuci/thoharoh. c). Berubahnya air itu dengan sesuatu yang mukholit yaitu sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari air tersebut atau tidak dapat dibedakan dengan pandangan mata mana yang air dan mana sesuatu yang merubahnya seperti air kopi, maka kita tidak dapat membedakan mana air dan mana kopinya setelah keduanya sudah menyatu.d). Menjaga air itu dari sesuatu yang dapat merubah sifat air tersebut adalah pekerjaan yang mudah. Lain halnya jika menjaga air tersebut supaya tidak tercampur dengan sesuatu itu sulit untuk dilakukan, maka hukum air tersebut tetap tidak berubah, yaitu suci dan dapat digunakan untuk bersuci, seperti air yang tercampur dengan lumut, atau tanah di sungai dan lain-lain.

Rabu, 02 Juli 2014

Ta'lim 2, Tafakkur Alam semesta merenungi Hukum Allah SWT untuk alam Hissi terindra: Teori Medan Kuantum, Suatu Pengantar



Pengantar Teori Medan Kuantum

 Untuk mudahnya, kita ulas saja apa yang dipaparkan dalam wikipedia yang menjelaskan pengantar kepada teori medan kuantum ini secara semi populer serta di mana perlu akan kita uraikan dan tambahkan dengan kepustakaan lain yang lebih sahih seperti dari sejumlah buku text dan handbook.

Teori medan kuantum adalah suatu cabang dari fisika teoretis yang memberikan suatu kerangka teoritis untuk membangun model mekanika kuantum partikel-partikel subatomik dalam fisika partikel dan model bagi kuasi partikel (bak partikel) dalam fisika material mampat (Condensed Material Physics).

Dalam pendekatannya, teori medan kuantum (TMK) memperlakukan partikel-partikel sebagai suatu keadaan tereksitasi dari medan-medan oleh karena partikel disebut juga sebagai kuantanya medan.

Hal ini dapat dilihat dari cabang-cabang teori medan kuantum itu sendiri. Dalam Elektrodinamika Kuantum (QED) mempunyai satu kuanta medan elektron dan satu kuanta medan foton. Di dalam teori kromodinamika kuantum (QCD) tiap quark penyusun atom atau partikel selalu mempunyai suatu medan. Untuk bidang fisika material mampat, ditetapkan ada medan bagi pergeseran atom yang setiap keadaan tereksitasinya akan melahirkan quasi partikel Fonon. Salah seorang praktisi teori medan kuantum, fisikawan teoretis, Edward Witten menggambarkan teori medan kuantum ini sebagai teori yang paling ruwet hingga saat ini dalam fisika modern.

Menurut teori medan kuantum interaksi antara partikel-partikel digambarkan oleh interaksi antara medan-medan terkaitnya. Secara analogi, interaksi ini seperti interaksi antara muatan-muatan dengan medan listrik dan medan magnet dalam persamaan Maxwell. Meskipun demikian, tidak seperti teori Maxwell, medan-medan yang ada dalam teori medan kuantum berada dalam keadaan-keadaan superposisi kuantum yang tunduk pada hukum-hukum mekanika kuantum. 

Dalam sistem mekanika kuantum partikel-partikel jumlahnya selalu tetap, tidak ada partikel yang musnah atau tercipta tiba-tiba, dan masing-masing partikel mempunyai derajat kebebasan tertentu. 

Sebaliknya menurut teori medan kuantum, keadaan tereksitasi dapat merepresentasikan sebarang jumlah partikel. Hal ini menyebabkan mengapa teori medan kuantum berguna dalam menjelaskan sistem-sistem pada mana jumlah partikelnya dapat berubah-ubah yang merupakan karakter khas dinamika relativistik.

Medan-medan itu sendiri merupakan kuantitas yang nilainya kontinu di seluruh ruang yang selanjutnya mengandung keadaan tereksitasi dengan banyak partikel di dalamnya. Hal ini menyebabkan teori medan kuantum mempunyai derajat  kebebasan tidak berhingga.

Derajat kebebasan yang tidak berhingga ini pada gilirannya memunculkan perhitungan yang divergen (besaran-besaran menjadi tidak berhingga). Teknik-teknik seperti renormalisasi parameter dalam teori medan kuantum atau diskritisasi ruang-waktu sebagaimana ditampilkan oleh kekisi kromodinamika kuantum (lattice quantum qromodynamics) sering digunakan untuk menghindari hasil-hasil yang divergen tersebut di atas sehingga dihasilkan perhitungan yang bermakna secara fisis.

Sebagian besar teori standard di dalam fisika partikel telah diformulasikan sebagai sebuah teori medan kuantum relativistik. Di antaranya adalah elektrodinamika kuantum (QED), Kromodinamika Kuantum (QCD), dan Model Standard. Sebagai contoh QED merupakan gambaran teoretik dari medan elektromagnetik, secara aproksimasinya menghasilkan teori elektrodinamika untuk limit energi rendah, dengan koreksi nonlinier kecil terhadap persamaan Maxwell agar dapat mengakomodir pasangan elektron-positron maya.

Dalam pendekatan teori gangguan, suku penuh interaksi didekati sebagai sebuah ekspansi perturbatif dalam jumlah partikel yang terlibat. Setiap suku dalam ekspansi dapat dipikirkan sebagai gaya antara partikel-partikel yang dimediasi oleh partikel lain.  Dalam QED, gaya elektromagnetik antara 2 elektron disebabkan oleh pertukaran foton. Dengan cara yang sama, vektor boson intermediet memediasi gaya lemah dan Gluon memediasi gaya kuat dalam teori Kromodinamika Kuantum. Gagasan bahwa adanya partikel mediasi yang berasal dari teori gangguan hanyalah pendekatan dan tidak dapat diakomodir dalam pendekatan non-gangguan, misalkan untuk keadaan terikat (Bound State).

Medan gravitasi dan medan elektromagnetik adalah dua gaya di alam yang mempunyai jangkauan tak hingga dan masing-masing dari limit klasik energi rendahnya dengan cepat melemah dan menyembunyikan eksitasi "bak partikelnya".  
Diagram Feynmann


Albert Einstein, di tahun 1905 memberi atribut sifat "bak partikel" dan pertukaran energi momentum yang diskrit yang merupakan karakteristik dari quanta medan pada medan elektromagnetik. Pada mulanya motivasi Einstein adalah untuk menjelaskan termodinamika radiasi. Meskipun efek fotolistrik dan hamburan Compton secara tegas menunjukkan eksistensi foton, belakangan difahami bahwa ia dapat diterangkan tanpa harus merujuk kepada konsep Kuantum medan elektromagnetik. 


Dewasa ini belum ada teori Kuantum lengkap bagi gaya fundamental Gravitasi (fundamental force, gravity). Banyak sudah teori diusulkan untuk menggambarkan gravitasi sebagai sebuah Teori Medan Kuantum yang mempostulatkan eksistensi partikel  graviton yang memediasi gaya gravitasi. Telah di asumsikan sebelumnya, bahwa teori medan kuantum yang hendak ditemukan tersebut akan berkelakuan seperti teori relativitas umum Einstein dalam limit energi rendahnya. Teori medan kuantum sendiri sebagai sebuah teori bagi gaya-gaya fundamental telah dipostulatkan merupakan limit energi rendah teori medan efektif  (effective field theory) dari teori yang lebih fundamental misalkan teori superstring (superstring theory).



Ta'lim 2 mewaspadai sesat pikir dan pemahaman: Ideologi Takfir

Bahaya Wahabi

Kelancangan Ideologi Takfir

Musibah besar yang dapat memecah belah persatuan kaum muslimin dari dalam, yang akhir-akhir ini sering dilontarkan oleh kelompok yang mengklaim diri mereka sebagai pengikut salafi atau wahabiyyah dan yang sepaham dengannya, dengan ucapan-ucapan yang sangat menyakiti keberagamaan umat islam dari kalangan ahlussunnah waljamaah yang telah berabad-abad hidup dalam corak keislaman yang rahmatan lil alamin cinta damai sebagaimana di ajarkan oleh guru-guru mereka yang membawakan islam kebumi nusantara yang terdiri dari kalangan sufi yang banyak merupakan wali-wali Allah sudah sulit di tolerir. Akrablah di telinga kita hujatan-hujatan mereka seperti "ahli bid'ah, musyrik atau kafir" kepada muslimin yang lain hanya karena terjadinya sedikit saja perbedaan didalam pola pikir, keyakinan dan manhaj.

Ketenangan kita pun dalam beribadah di sejumlah masjid yang terjangkiti pemahaman mereka sudah mulai terganggu, di mana mesjid yang seharusnya tempat kita mencari kesejukan dan kedamaian rohani, oase segar beristirahat dari kegersangan dunia yang semakin sekuler ini,...namun apa daya dan apa hendak di kata, telinga kita pun terusik, perasaan kitapun terganggu oleh sekelompok orang bercelana cingkrang yang sering memandang dengan sinis dan menebarlah hawa kesempitan dan  kebengisan,...jika mereka tampil berpidato atau berceramah, maka berhamburan kata-kata keras mirip sumpah serapah yang tidak dapat tidak lahir dari hawa nafsu kebencian yang besar. Kita mendengar hujatan yang tidak terperikan kepada orang-orang yang karena kecintaanya kepada rasulullah saw memperingati maulid kelahiran beliau, memperingati israk dan mikraj beliau sebagai syirik Pembubaran acara maulid nabi di Jogja. Berikut tautan dakwah seorang da'i salafi dalam mencela peringatan maulid nabis SAW dari pada para pecinta Rasul,keburukan maulid nabi. Sudah sering telinga kita ini dipekakkan oleh hujatan-hujatan mereka kepada kaum muslimin yang beribadah bertaklid kepada mazhab imam syafii, zikir jamaah, tahlil dan yasinan, dengan cap kafir syirik dan berbagai tuduhan keji lainnya.

Dengan mata telanjang kita menyaksikan perilaku sebagian mereka yang melakukan hujatan dan serangan tanpa ampun kepada mayoritas ulama sunni dan umat islam yang mengikuti madzhab Asy'ariyyah, maturidiyyah, maupun Shufiyyah. Secara mutlak pukul rata tanpa ada batasan, ibarat kendaraan yang remnya sudah blong, mayoritas ulama sunni dan pengikut madzhab-madzhab diklaim telah kufur, syirik, sesat serta terkeluar dari agama islam. Berikut kita tampilkan sebuah tautan ceramah dari pembesar kaum yang ekstrim ini yang tanpa tedeng aling-aling memukul rata semua kaum sufi sebagai sesat dan diancam neraka tanpa membedakan lagi antara sufi yang benar maupun menyimpang kesesatan sufi.

Setelah tudingan-tudingan yang dahsyat itu, sebagian kalangan sunni yang akidahnya lemah dan wawasan keislamannya tidak kritis dan hanya mengekor bebek terhadap trend belaka akhirnya mengikuti mereka. Namun tidak berapa lama merekapun akan menyaksikan saling tuding dan saling hujat antara sesama pengikut mazhab salafiyyah tersebut, maka bersileweranlah tudingan-tudingan pengikut ihyaut turots, fitnah sururiyyin, fitnah ikhwani, salafi hizbi,..seolah-olah pertikaian dan saling kafir mengkafir, takzir mentakzir ini tidak akan berhenti selama-lamanya. Entahlah kemana lagi umat akan mencari ketenangan dan kedamaian diri jika pertengakaran-pertengakaran ini terus ditampilkan diberbagai pertemuan keagamaan. Berikut kita tampilkan model dakwah dari salah seorang saudara kita yang ekstrim ini dalam berdakwah, bahaya sururiyyin, sesama mereka juga saling khawaridj mengkhawaridjkan dan saling tuding menuding Petinggi Ihyautturats, umat semakin galau dengan pertikaian-pertikaian mereka yang terjadi setelah mereka gembar-gembor mengklaim sebagai satu-satunya jalan lurus yang tidak ada perselisihan setelahnya. 

Saling tuding menuding sebagai pengikut dajall dan alkadzab tidak hanya dilontarkan mereka kepada pembesar ahlusunnah waljmaah kontemporer maupun lama, bahkan terhadap sesama mereka juga berlaku, sebagaimana ditampilkan dalam link berikut bagaimana seorang ustadz salafi lulusan yaman mencela dan menuduh pembohong besar kepada ustadz firanda ustadz salafi lulusan medinah sebagai alkadzab dajall dan pembohong besar, na'uzubillahiminzalik yang mana kita saja yang tidak sepedapat dengan mereka dalam banyak hal tidak pernah berani menuduh mereka sebagai dajall dan alkadzab pembohong besar,ustad firanda..semoga Allah melindungi kita semua dari akhlak buruk sedemikian. Serangan terhadap media dakwah mereka yang tergencar yaitu radio dan stasiun TV Rodja justru bukan dari kelompok yang sering mereka zalimi dengan fitnah-fitnah keji seperti sufi, asy'ari dan jamaah tabligh, justru berasal dari sesama mereka sendiri, berikut tautan link yang menjelaskan betapa kelamnya ukhwah islamiah dalam kelompok yang mengklaim paling benar ini,radio roja...MasyaAllah pertikaian yang sangat sengit dan panas. Media Rodja pun sibuk menjelaskan kebersihan diri dan kelurusan jalan mereka, pembelaan rodja. Pertikaian dengan ustadz Zulqarnain.

 Demikianlah dakwah ditangan mereka tidak lebih arena jiddal dan mempersubur permusuhan,...ini kita kutip hanyalah dari pertikaian sesama mereka belaka, sedangkan mayoritas sunni dan sufi yang tiap hari mereka hujat dengan berbagai tudingan kesesatan, justru banyak berdiam diri dan bersabar sebagaimana pegangan akhlak dan adab yang mereka pelajari dari pendahulu-pendahulu mereka. Untuk melihat lebih jauh betapa mengkhawatirkan konsep ukhwah islamiyyah yang diusung kelompok ekstrim ini, silahkan simak di link berikut ini http://generasisalaf.wordpress.com/bidah/sesama-salafy-wahabi-saling-mencaci-mengkafirkan/
Sebagian ikhwan salafi di tanah air ini biasa berkilah, bahwa pertikaian antara ustadz-ustadz salafi ini hanya terjadi di Indonesia belaka karena para alumni dari Timur Tengah ini banyak yang belum benar-benar tuntas mengaji, tentu saja dengan mudah kita bisa tunjukkan tradisi Tahzir mentahzir dan menjelek-jelekkan orang  atau kelompok yang tidak sefaham dengan mereka ini benar-benar merupakan trade-mark dakwah mereka, bahkan secara internasional kita perhatikan waktu dan energi kelompok ini lebih banyak dihabiskan untuk saling bid'ah membid'ahkan dan kafir mengkafirkan sesama mereka, berikut sebuah link dakwah mereka di inggris http://ahlulbidahwalhawa.com/category/criticised-individuals/abu-bakr-al-jazairi/

MasyaAllah bulu kuduk kita langsung berdiri melihat betapa menakutkan dan menegangkan urat syaraf keberagamaan mereka,..adakah masa depan umat dapat dititipkan kepada kelompok yang sibuk saling membenci seperti ini? jika mereka mengklaim sebagai yang paling benar, lalu yang manakah yang paling benar menurut mereka itu, apakah salafi haraki?salafi hizbi?salafi makkah?salafi yamani?salafi turotsi?salafi hadadi? ...apakah tidak lebih baik bagi umat yang galau ini kembali saja kepada para imam-imam terdahulu seperti imam bukhari ketimbang membesarkan albani,.imam nawawi ketimbang syeikh fauzan, imam ghazali ketimbang syeikh muqbil,..dan lain-lain?kenapa harus dicegat di tengah jalan umat ini dengan menuding-nuding ulama terdahulu itu akidahnya tidak bersih,..sehingga harus diseleksi oleh uraian dan ringkasan ulama-ulama yang rajin bertikai itu?...wallahua'lam,..hanya Allah lah tempat kita berserah diri dan mengembalikan hal-hal ketimbang hawa nafsu dan hawa kita untuk berseteru.


Tudingan-tudingan pengikut syiah juga selanjutnya akan berhamburan jika kita mengikuti suatu tarikah atau bertassawuf, tanpa ampun dan tanpa pandang bulu. tuduhan syiah Tudingan-tudingan yang sama serta penghakiman juga berlaku jika mereka tidak dapat lagi berdiskusi lebih lanjut ketika teknik-teknik dalil mereka yang serba lahiriah telah gagal diyakini seseorang.Berikut tudingan sesat kepada jamaah tabligh
dari seorang tokoh pendakwah salafi,..masyaAllah, kita mengetahui usaha jamaah tabligh yang luarbiasa dalam berdakwah ke pedalaman dan menyeru umat muslimin india dari bahaya kristenisasi telah dengan enteng di golongkan syirik dan dikafir sesatkan. Sungguh ini kezaliman yang besar. Kemana mereka ketika penjajah inggris dengan lantang menggerogoti  akidah kaum muslimin di anak benua Hindustan? kemana mereka ketika Ahmadiyyah menggerogoti umat islam afrika dan misi zending merubah mereka menjadi musrik? Bukankah para sufi yang mau bersusah payah berdakwah di zona-zona keras dan penuh mara bahaya itu? Mereka hanya tertarik berdakwah di tengah-tengah kota dan ditengah elit-elit terpelajar (dalam hal ilmu duniawi meskipun wawasan keagamaan dan bekal ilmu mereka sangat dangkal), memanfaatkan keawaman masyarakat soal ilmu-ilmu alat seperti ilmu hadist dan ilmu bahasa arab lalu mendemonstrasikan kecakapan mereka dalam hal ini dalam rangka menarik pengaruh dan wibawa, lalu dengan bangga mengangetkan orang-orang awam ini dengan berbagai goncangan keyakinan bahwa semua yang antum tahu dalam islam ini adalah keliru dan salah. Gaya dakwah serba kontroversial dan serba mengagetkan ini tentu akan membuat ilmu agama itu seperti sensasi dan akan semakin melambungkan otoritas mereka ditengah-tengah orang awam tersebut.

Entah karena kejahilan, entah karena ada kepentingan asing yang bercorak duniawi, entah salah kaprah memahami sebab musabab seseorang terkeluar dari agama, atau karena faktor-faktor lain, mereka dengan sangat membabi buta dan tanpa rasa bersalah menghujat muslimin lain yang tidak seideologi dengan kata-kata kufur syirk dan berbagai cara pentakfiran lainnya. Konsekuensi dari ucapan tersebut tentu tidaklah ringan, akan menggelinding pertanyaan besar berikutnya, berapa jumlah kaum muslimin di muka bumi ini yang telah mereka hafus dari daftar umat islam menurut versi mereka? ataukah umat islam itu tinggal mereka-mereka saja yang kita ketahui persis adalah golongan minoritas dari seluruh umat islam di dunia?

Tidak mustahil maksud mereka baik, bertujuan amar ma'ruf dan nahi mungkar. Akan tetapi, bagaimanapun tujuan baik tidaklah memadai karena dalam pelaksanaannya harus dibarengi dengan cara yang baik: hikmah dan mauizah hasanah.  Bila keadaan menuntut harus berdebat (mujadalah)pun, perdebatan harus dilakukan dengan baik, sebagaimana yang diajarkan Allah dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu wahai saudara kami salafiyyin, berhentilah antum sekalian dari pada mencela-cela, mensyirik dan mengkafirkan, antum sendiri yang berkata bahwa urusan mensyirikkan dan membid'ahkan itu adalah hak ulil amr setelah berkonsultasi dengan kibaru ulama yang memang berhak untuk itu, berhentilah dari pada saling mencari celah dan perpecahan di antara sesama kaum muslimin, berlapang-lapanglah dalam majelis,..ketahuilah islam ini bukanlah sebuah kesempitan, islam ini kokoh luas dan lapang. Banyak urusan-urusan besar yang dihadapi umat ini, di antaranya serangan liberlisme pemikiran, penghancuran ikatan generasi muda dari pola pikir islam, penghancuran warisan dan budaya islam,..sadarlah,kembalikan semuanya pada akhlak dan adab yang baik, janganlah saling berpecah belah...

Dalam jargon dan slogan-slogan mereka, kelompok saudara kita yang ekstrim ini suka mendengungkan slogan-slogan "kembali kepada alqur'an dan sunnah", "harus berpijak kepada dalil", "pemurnian agama dan tauhid", slogan-slogan ini selanjutnya menjadi dalil dan genderang penabuh dalih bagi tuduhan-tuduhan yang mereka lakukan. Namun kenyataan dilapangan menunjukkan, jargon-jargon dan slogan ini tak lebih dari slogan-slogan belaka, karena pada kenyataannya dalih tersebut dibarengi oleh ketiadaan adab dan ilmu yang akhlaqi, sikap-sikap lancang; ketetapan hukum syari'at yang dihasilkan dengan sangat susah payah oleh para mujtahid dan para ulama terdahulu setelah berusaha sangat keras dan nyaris menghabiskan umur mereka menggali alqur'an dan sunnah selanjutnya dianggap menyimpang dan tidak sesuai tuntunan, lebih lanjut menurut para orang yang engkar ini, melegalkan qiyas dan ijma' dalan jajaran pokok-pokok dasar hukum islam sebagai sesat dan bathil, pengikut mazhab Asy'ariah sebagai kufur, pengamal tarekat sufi kufur dan pernyataan-pernyataan ekstrim lainnya. Tak pelak menimbulkan keresahan di mana-mana metodologi dakwah mereka ini. Pergesekan-pergesekan dan pertikaian di masjid-masjid saling memperebutkan jamaah dan pengaruh.
Maka perhatikanlah betapa banyak jajaran ulama besar yang tidak tergantikan dalam islam telah masuk dalam lingkaran kufur ini, tersebutlah di antaranya imam nawawi dan imam ibnu hajar asqalani yang jelas-jelas asy'ariah sejati, tetapi meskipun telah kufur dalam metodologi mereka, buku-buku imam tersebut tetap merupakan rujukan utama mereka,...sikap tidak menentu yang aneh dan oportunis.
Entah berapa banyak jumlah ulama yang telah sesat di mata mereka. Tidak terhitung juga pengamal tarekat sufi yang tak lagi islam dalam metodologi mereka, sedang kita tahu jumlah pengikut asy'ariah dan sufiyah adalah pengikut mayoritas dari kaum muslimin, bahkan pernah suatu masa dalam periode panjang sejarah islam semua kaum muslimin adalah sekaligus juga bertassawuf. Entah berapa juta pengikut mazhab yang telah mereka hilangkan dari daftar orang islam.

Implikasi sikap keberagamaan serba ekstrim, pukul rata dan tergesa-gesa sebagaimana ditampilkan kelompok ekstrim ini jelas semakin memperparah belitan persoalan yang mendera kaum Muslimin di jaman modern ini. Jika kita telusuri lebih lanjut, sikap tidak seimbang, kurangnya adab dan sikap bijaksana adalah ciri khas dari pemahaman-pemahaman ekstrim dan menyimpang dalam sejarah panjang Islam. Sikap serba ekstrim pertama ditampilkan oleh kalangan Syi'ah Rafidhah. Sikap tidak seimbang mereka sangat kentara ketika  mereka tanpa ragu-ragu tidak bersikap adil dan seimbang menyikapi perselisihan para sahabat besar ketika bersikap terhadap berbagai realitas politik yang dihadapi umat ketika itu. Hal ini menggiring mereka untuk mengkafirkan sejumlah sahabat besar seperti Sayidina Abu Bakar ashiddiq, Umar bin Khatab ra, Aisyah ra, Mu'awiyyah ra, Amr bn Ash ra dan lain-lain sahabat besar. Sikap ini tentu lahir dari sikap emosional dan dendam serta kurangnya kesadaran diri dalam menempatkan posisi diri dibanding kedudukan para sahabat besar tersebut. Sikap senada juga ditampilkan oleh kaum Khawaridj yang "dengan tidak tahu diri" telah mengkafirkan hampir mayoritas kaum muslimin bahkan sejumlah sahabat besar seperti iman ali ra dan lain-lain.

Hawa yang tidak berbeda segera kita dapatkan dalam kelompok saudara kita yang ekstrim ini, sikap kurangnya adab dan "lancang" dengan mudah bisa kita lihat dan lacak dalam interaksi mereka terhadap khazanah warisan ulama, khususnya ulama zaman pertengahan Islam. Dengan mudah mereka memandang enteng terhadap karya kesarjaan para ulama abad pertengahan ketika mereka mengelu-elukan pengagungan terhadap jalan salafussaleh yang terdiri dari para Sahabat ra dan tabi'in. Dengan mudah kita lihat sikap mereka baik secara eksplisit maupun implisit telah mengkafirkan sebagaian besar ulama Islam dengan mengklaim bahwa akidah para ulama abad pertengahan yang sebagaian mayoritas adalah ahlusunnah waljamaah Asya'irah wa maturidhi serta sufi sebagai sesat dan kufur dan menyimpang dari jalan salafussaleh. Seolah mereka telah lupa, tanpa ulama zaman pertengahan tersebut, maka tidak ada jalan bagi mereka untuk memahami islam salafussaleh tanpa distorsi dan murni kecuali dengan merujuk mereka. Namun ketika dalam proses perujukan mereka itu, diyakini bahwa para ulama tersebut telah kafir dan menyimpang, maka inilah wujud "tidak tahu kedudukan diri" yang berakar dari sikap lancang dan kedurhakaan serta distorsi parah dalam memandang kebenaran. Bagaimana bisa sumber mata air sekaligus merupakan sumber racun? Sikap lancang ini terlihat dari semboyan yang mereka tampilkan "kita merujuk kepada al Qur'an dan Sunnah, bukan pada ulama", "setelah para sahabat dan tabi'in, mereka lelaki kitapun lelaki", "siapapun tertolak perkataannya kecuali rasulullah SAW" dan lain-lain berbagai ungkapan "mendabik dada" lainnya khas daripada faham ekstrim.

Tipologi ekstrimisme ala Syiah dan Khawaridj juga dengan mudah kita lihat cirinya pada saudara kita yang ekstrim ini, jika syiah dalam klaimnya yang sangat ekstrim dalam kitab hadist mereka alkafi menyatakan, bahwa setelah rasulullah SAW wafat, cuma 3 sahabat yang tidak murtad, maka pada saudara kita ini, jika dicermati sikap mereka terhadap ulama abad pertengahan yang mereka golongkan tidak sesat itu bisa dihitung dengan jari belaka, yaitu paling banter syeikh Ibnu Taymiah dan murid-muridnya belaka. Selebihnya mirip seperti ideologi takfir ala khawaridj dan rafidhah, semuanya dipandang telah sesat, minimal layak dikoreksi akidahnya.

Tidak heran sikap ini menjadikan kelompok ini cenderung anti historis. Mereka melihat Islam ini bukan dalam kontinuitas, namun bagaikan si anak hilang yang ditemukan kembali setelah tersesat begitu lama. Mereka memandang Islam secara keseluruhan pernah kembali ke jaman kegelapan jahiliyyah. Sikap ini menyebabkan mereka terkenal dengan ketidaksensitifannya dengan sejarah. Dengan sikap amnesia sejarah ini kita tidak perlu kaget sikap mereka yang sangat anti terhadap ritus-ritus sejarah yang bernilai historis tinggi. Dengan alasan klasik "menjauhkan umat dari syirik" mereka terkenal sebagai "raja tega" dalam menghancurkan situs-situs Islam, sehingga jika jemaah haji hari ini hendak menapak tilas Islam jaman rasulullah SAW, maka mereka akan seolah "hilang" tak berbekas kecuali gedung-gedung pencakar langit yang pongah. Demikian juga nasib-nasib situs bersejarah lainnya di negara-negara mana tempat mereka berkuasa. Berikut sebuah link yang berisi keheranan dunia tentang satu umat yang justru dengan sangat giat "menghancurkan warisannya sendiri yang tak ternilai", penghancuran situs bersejarah yang berhubungan dengan Rasulullah SAW dan Para Sahabatnya.
Video di atas merupakan proses penghancuran makam nabi Yunus AS oleh militan ISIS yang afiliasi akidahnya merupakan sebuah varian dari kelompok takfiri ini.


Tak pelak corak pemahaman seperti ini akan menjadi lahan sangat subur bagi bersemainya gerakan-gerakan yang seolah berjihad atas nama Islam namun justru menghancurkan Islam dengan sangat efektif melebih serangan kaum kafir terhadap Islam. Gerakan-gerakan ini selalu menebar "terorisme" dan "kekerasan" atas nama agama dan sangat memperburuk citra Islam di pentas dunia. Corak pemahaman keras tersebut terlihat lebih lanjut dengan mudahnya mereka menghalalkan darah kaum muslimin. Jika dilacak data yang ada, maka "gerakan jihad" ala kaum jihadis ekstrim ini lebih banyak menumpahkan darah sesama kaum muslimin ketimbang musuh-musuh Islam yang benar-benar nyata merongrong-rongrong Islam. Upaya-upaya apologetik kelompok ekstrim dari ini dalam membersihkan diri mereka dari tudingan "terorisme khawaridj" tidak akan terlalu bermanfaat ketika kita selidiki data yang ada bahwa mayoritas jihadis ekstrim tersebut adalah mereka-mereka yang telah mengennyam pendidikan "fundamentalis" mereka.

Hukum Takfir dan Memusyrikkan 

 Imam Bukhari dan Muslim  meriwayatkan hadits  dari Abu Hurairah ra yang menuturkan bahwa ia mendengar Rasulullah saw bersabda:
مَنْ دَعَارَجُلاً بِالْكُفْرِ أَوْ قَالَ عَدُوَّ الله وَلَيْسَ كَذَلِكَ إِلاَّ حَارَ عَلَيْهِ
“Barangsiapa memanggil seseorang dengan kata:”Kafir”, atau dengan kata :”Musuh Allah”, padahal (yang dipanggil) tidak seperti itu, maka (panggilan itu) terpulang kepada dirinya sendiri.”(HR Bukhari dan Muslim)

Semua kita mengetahui bahwa kemusyrikan dan kekufuran merupakan sebuah dosa amat besar yang tidak terampuni kecuali dengan kembali memeluk islam mengulang membaca syahadat dan mentauhidkan Allah SWT. Tentu saja kita semua sangatlah takut akan hal-hal yang dapat mengeluarkan kita dari lingkaran islam. Meskipun demikian, sayangnya tidak banyak orang-orang benar-benar mempelajari permasalahan ini secara komprehensif. Akibatnya hanya karena memiliki perbedaan pemahaman dalam tata cara beribadah, tidak sedikit dengan mudahnya melontarkan kalimat ataupun tulisan "Dia musyrik", "Musuh Allah", "Ahlu Bid'a wal Hawa", "ini perbuatan Syirik", "wahai musuh Sunnah" dan banyak sekali bersileweran dewasa ini hatta kepada muslimin yang taat beribadah kepada Allah SWT.

Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki yang merupakan seorang ulama dari rantai emas ulama besar masjidil haram, yang turun temurun telah mengajar dan memberikan tausiyah di masjidil haram,...keluarganya adalah rantai pembesar ulama bahkan hingga ke datuknya rasulullah saw merupakan rantai dari pada alim-alim besar.  Ayahanda beliau sayyid alwi al maliki telah mengajar di masjidil haram, kakek beliau sayyid abbas al maliki, kakek buyut beliau sayyid abdul azis al maliki,..mereka semua telah mengajar di masjidil haram dan dihadiri begitu banyak jamaah. ceramah ramadhan buya muhammad alwi almaliki di masjidil haram , semoga Allah mengampuni Buya al maliki dan menerangi kuburnya.
Berikut kita berikan link di you tube sebuah ceramah beliau yang penuh keberkahan pada 17 ramadhan di masjidil haram dahulu sebelum datangnya saudara kita yang engkar yang tidak satupun dari mereka mempunyai kualitas rantai emas silsislah ilmu sekokoh keluarga ini mengusirnya dari sana hanya karena beliau jujur dan tetap konsisten dalam menyampaikan mazhab ahlusunnah waljamaah versus mazhab takfiri mujassimah hasyawiyah neokhawaridj

Di dalam kitab beliau mafahim yujibu antushohah, Buya Al maliki menulis,
Banyak orang yang salah-semoga Allah swt memperbaiki dan menunjuki mereka ke jalan yang benar- dalam memahami sebab-sebab yang mengakibatkan kemurtadan dan kekafiran. Mereka tampak begitu mudah mengkafirkan atau menganggap kafir saudaranya sesama muslim hanya karena beberapa hal yang tidak sejalan dengan pendapatnya. Kami memandang mereka yang mempunyai kebiasaan seperti itu dengan sangka baik (Husnudhan). Mereka sebenarnya mempunyai niat sangat baik. Paling tidak mereka bermaksud mengupayakan kemurnian ajaran islam dari perbuatan syirik, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan lainnya melalui amr ma'ruf dan nahi mungkar. Namun, mereka tampaknya tidak menyadari bahwa pelaksanaan amr ma'ruf dan nahi mungkar itu sama sekali tidak dapat dilepaskan dari sikap bijaksana. Dan jikapun ada yang perlu diperdebatkan pun, harus melalui diskusi yang paling baik dengan motivasi mencari kebenaran, bukan untuk mencari kemenangan. Hal itu diisyaratkan Allah SWT dalam Alqur'an Al-Karim
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ 
Artinya:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang  baik.  Sesungguhnya Tuhanmu Dialah  yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”(An Nahl: 125)

Cara yang bijaksana itu sangat mudah diterima dan sangat memudahkan untuk mencapai tujuan kita, selain tidak akan menjerumuskan kita ke jurang perpecahan dan pertengkaran. 

Ta'lim 1 Mewaspadai Sesat Pikir dan Pemahaman: Bahaya Syiah

Bahaya Syiah Bagi Umat Islam

Keutamaan Ahlussunnah Waljamaah

Di zaman Rasulullah   صلى الله عليه وسلم kaum muslimin dalam keadaan terang benderang nikmat persatuan. Belum ada perpecahan dan golongan-golongan seperti zaman sekarang. Tidak ada yang namanya syiah atau bukan syiah dan semuanya di bawah komando Rasulullah صلى الله عليه وسلم    Bila ada perbedaan pendapat atau masalah para sahabat رضي الله عنهم  langsung saja datang kepada Rasul. Itulah yang membuat para sahabat saat itu tidak sampai terpecah belah, baik dalam masalah akidah, maupun dalam urusan duniawi.

Kemudian setelah rasulullah  صلى الله عليه وسلم wafat, benih-benih perpecahan mulai tampak dan puncaknya terjadi saat Imam Ali KW menjadi khalifah. Namun perpecahan tersebut hanya bersifat politik. Sedang akidah mereka tetap satu yaitu akidah Islamiyyah, meskipun saat itu benih-benih penyimpangan dalam akidah sudah mulai ditebarkan Ibn Saba', seseorang yang dalam sejarah Islam dikenal sebagai pencetus faham Syi'ah (Rawafid).